Rabu, 31 Agustus 2022

Cerita yang dibersamai Cinta






Cerita yang dibersamai Cinta

Ribuan cerita yang sudah ku tuliskan di blog pribadi ku, aku tidak tahu entah mereka membaca kisah ku atau tidak, entah mereka membuka link blog yang sudah ku bagikan ke mereka atau tidak, itu kembali lagi pada diri mereka masing-masing, bagi ku mau atau tidak mau mereka membaca tulisan ku, itu terserah pada mereka, bagi hanyalah menulis, menulis dan terus menulis untuk keabadian.

Hari ini aku akan bercerita tentang cerita yang dibersamai dengan cinta, hmmmmmmmmm, seperti apa ya, cerita nya, hidup memang tidak pernag terlepas dari yang namanya cinta, cinta yang selalu dibersamai dalam cerita apapun itu, ya,, benar aku salah satunya, sesuatu hal yang ku alami tentang cinta itu, dan akan aku ceritakan.

Cinta itu membuat semua orang semangat, semangat dalam menjalani kehidupan, banyak sekali bentuk cinta dan orang-orang pun mengartikan cinta itu, dengan berbagai macam pendapat mereka, cinta itu memang tidak terlihat, namun bisa dirasakan, cinta punya banyak objek, bisa cinta kepada Allah, bisa cinta kepada manusia, bisa cinta benda, dan lain sebagainya semua hal yang kita cintai pasti kita akan melakukan hal apa saja untuk yang kita cintai.

Cinta itu ada dimana saja, cinta itu ada di rumah, cinta itu ada di sekolah, cinta itu ada di tempat pekerjaan, cinta itu ada di masjid, bahkan cinta itu ada di penjara.


Keberkahan dibalik Kegagalan



Keberkahan dibalik gagal


Diriku yang diterpa kegagalan saat itu, aku tahu bahwa kegagalan awal dari kesuksesan dan tidak ada seorang pemenang tanpa ia harus gagal terlebih dahulu, baru ia memperoleh keberhasilan, namun ada Kolonel Sanders  mengatakan bahwa Pemenang bukanlah orang yang tidak pernah gagal, melainkan mereka tidak pernah menyerah, dari situ aku ingin jadi seorang pemenang, yaitu pemenang yang tidak pernah menyerah walau gagal berkali-kali akan aku terus berjuang, terus istiqamah, terus giat dan rajin aku pasti bisa meraih impian itu.

Aku tahu bahwa Allah sudah mengatur semuanya Allah tidak ingin rencana yang sudah ku buat, rencanaku pula yang menghancurkanku, aku percaya dan yakin bahwa keinginan Allah jauh lebih baik, gagal yang menerpaku dari semua proses perjuangan yang kulakukan untuk meraihnya, namun Allah menghentikan dan menggagalkannya dulu, aku tau, Allah akan menyiapkan rencana dan skenario yang jauh lebih baik untukku nanti, Allah sudah melihat rencana dan perjuanganku, dan ALLAH lah yang akan menilainya.

Allah tidak akan memberikan sesuatu pada hambanya melainkan seorang itu tidak mampu melakukan dan Allah akan memberikan sesuatu kepada hambanya melainkan hamba itu mampu melakukannya, dan disitu aku berfikir ada hal yang mungkin tak mampu aku lakukan dan menurut Allah inilah yang mampu aku lakukan.

Begitu sayang Allah denganku, Allah tidak memberikan sesuatu yang sulit itu kepadaku, karena Allah tau aku tidak akan mampu melewatinya nanti, 

Dan lebih bahagianya lagi, Allah kuatkan hatiku untuk menerima semua kegagalan itu, Allah kuatkan fisik dan mental ku, bahkan terus tawakkal kepada Allah bahwa kuasa milik Allah, semuanya Allah yang mengatur, maka ada keberkahan dibalik kegagalan itu, sebuah keselamatan untukku.

Aku sudah begitu bermimpi dan begitu berharap untuk meraih keberhasilan itu, tapi ada yang lebih baik menurut Allah dan tidak mau aku terluka dan sakit hati dari sebuah pengharapan itu, lebih baik Allah gagalkan dulu, maka nanti diwaktu yang tepat Allah akan berikan keberhasilan itu tanpa adanya sakit hati, dan ini benar - benar dari perjuanganku sendiri dan hanya mengharap ridho Allah.





Selasa, 30 Agustus 2022

Waktu Sholat yang Terlewati

 

 Waktu Shalat yang Terlewati

Semua ummat muslim mengetahui bahwa sholat adalah ibadah wajib yang harus dilakukan, dan apabila bila ditiggalkan maka berdosa dan dimasukkan kedalam neraka.

Seperti dijelaskan dalam firman Allah Q.S Al-ma'un ayat 4-5 yang artiya “Maka celakalah bagi orang-orang yang shalat, yaitu orang-orang yang lalai dari shalatnya, dari sini kita semua tahu bahwa akan celaka bagi mereka yang lalai terhadap shalatnya.

Pandanganku terhadap mereka yang meninggalkan shalat, masih banyak mungkin mereka yang belum paham tentang shalat dan bahwa meninggalkan shalat haram hukumnya, ini banyak terjadi pada mereka yang tidak belajar mengenai ilmu agama

 dan hanya sekedar tau shalat itu adalah ibadah maghdah dengan mudahnya mereka meninggalkan shalat dan tidak menghiraukan adzan berkumandang, pertanda bahwa telah tiba waktu shalat, senantiasa mereka menjalani hari tanpa shalat, lalu bagaimana dengan mereka yang telah belajar ilmu agama para siswa/ i madrasah, terlebih lagi kalangan mahasiswa apakah mereka full sholat sehari 5 waktu ?, jawabannya belum tentu dan bahkan tidak sama sekali. Entah mereka lupa mengerjakan sholat ataupun memang disengaja.

ya, mungkin itulah yang terjadi pada remaja saat ini baik kalangan siswa maupun mahasiswa, mereka bisa dan terbiasa meninggalkan shalat mereka, dan apakah mereka tahu apa akibat dari meninggalkan sholat, mengapa mereka bisa dan terbiasa meninggalkan sholat? jawabannya hanya merekalah yang bisa menjawabnya.

Hingga pada akhirnya kita kembali pada diri sendiri sudahkah diri mendapatkan hidayah, sudahkah diri dibekali dengan iman dan ihsan dan bagaimana pergaulan kita?, terkadang pergaulan inilah yang menjerumuskan kita pada baik dan buruknya diri kita, kita kembali pada diri kita apakah kita nyaman dengan circle pergaulan itu atau ingin keluar atau lagi ingin bertahan?


Aku melihat mereka, lalu bagaimana diriku? ya, akupun perlu mengkaji diriku, sebelumnya aku ingin meminta maaf dan ampun, ya Allah aku pernah tidak sengaja dan sengaja meninggalkan sholatku, aku tau namun aku tidak mengerjakannya, sholatku pernah bolong di satu, dua bahkan 5 sekaligus, namun apa yang terjadi denganku ketika aku meninggalkannya aku sangat resah, jiwaku gelisah, hatiku tak tenang, aku merasa hancur sehancur-hancurnya, inilah yang terjadi padaku ketika dewasa ini aku meninggalkan sholat, lain halnya ketika aku masih kecil aku belum paham tentang sholat, sholat ku tidak full, inilah diriku, namun aku ingin menjadi lebih baik lagi dari hari yang sebelumya, detik ini dan seterusnya aku sangat berhati-hati dalam menjalani aktivitas dan kegiatanku jangan sampai sholatku terlewati satu waktupun.

Baiklah aku akan ceritakan mengapa aku meninggalkan sholatku, kadang aku tidak mengerjakan sholat karena pergaulanku, karena circle ku, karena teman-temanku yang tidak membuatku dekat dengan Allah, dan malah membuatku kehilangan diriku yang sesungguhnya, aku ingin shalatku khusyuk, sholatku lebih lama, bacaan sholatku panjang, setelah sholat do'a dan dzikir panjang, membaca Al-Qur'an dengan waktu yang lama, itulah kenapa aku lebih memilih teman yang se circle denganku dan terkadang bila tidak aku temui yang se circle dengan ku, aku lebih memilih untuk sendiri, sendiri menjalani segalanya daripada harus berteman, terkadang aku menjadi introvert dan terkadang aku menjadi ekstrovert tergantung keadaannya, dan pada akhirnya kita akan merasa nyaman dan dihargai tergantung pada siapa kita berteman dan sefrekuensi.

BTW, aku pernah tidak khusyu' dalam shalatku, karena masih memikirkan hal dunia, yahhhh, itulah aku, kalian gimana guys pernah seperti aku?

Namun seperti yang aku,kamu dan kalian ketahui ampunan Allah seluas lautan yaa guys, serta merta meliputi langit dan bumi, Allah tidak pernah bosan memaafkan dan mengampuni kita, tapi sayang seribu sayang terkadang kita yang bosan memohon ampunannya.

Kalian tahu! ada balasan syurga ma'wa, syurga ini adalah syurga yang tidak bisa dikunjungi oleh malaikat walaupun mereka memiliki 6000 sayap sekalipun untuk mengunjungi syurga ma'wa, dan syurga ini di khususkan Allah untuk mereka-mereka yang mau dan mengerjakan sholat.

Sholat 5 waktu sehari semalam hanya membutuhkan waktu 34 menit,

- Sholat Shubuh 4 menit

- Sholat Dzuhur 8 menit

- Sholat Ashar 8 menit

- Sholat Maghrib 6 menit

- Sholat Isya' 8 menit

 sementara Allah memberikan kita waktu 24 jam sehari semalam, lalu tidak bisakah kita mengerjakan sholat, ? ingat dunia ini sementara kita tidak tahu diwaktu manakah jantung kita akan berhenti berdetak.


Senin, 29 Agustus 2022

Melewati Satu Hari Tanpa Al-Qur'an


 Melewati satu hari tanpa Al-Qur'an

Antara Al-Qur'an, buku dan handphone, dengan yang manakah kita  lebih lama?

Aku kagum pada mereka yang setiap usai sholat fardhu dengan lirih senantiasa mengumandangkan ayat suci Al-Qur'an, dan aku merasa aku iri pada mereka yang senang sekali berlama-lama dengan A-Qur'an, bahkan mereka yang mempelajari Al-Qur'an, mengkaji lebih dalam tentang Al-Qur'an, terlebih lagi mereka yang menghafal isi Al-Qur'an, sungguh aku

 adalah orang yang sangat mengagumi mereka, namun beda halnya dengan diriku, aku memang tidak bisa melewati satu hari hidupku tanpa Al-Qur'an, rasanya ketika aku tidak membaca Al-Qur'an seperti berdosa dan aku merasa tidak tenang, bahkan kehilangan salah satu dari diriku, memang aku bukan lah seperti mereka, 24 jam bersama Al-Qur'an, mempelajari dan menghafalnya tapi setidaknya sehari saja tanpa Al-Qur'an rasanya sholat tidak sempurna tanpa tidak di barengi dengan Al-Qur'an.

Jujur di 5 waktu sholat fardhu aku hanya membaca Al-Qur'an kadang 2-3 kali sholat fardhu, kadang aku merenunginya sambil membaca artinya dan terkadang tidak itulah diriku, dan aku diriku ingin menjadi lebih baik dari hari ini.

Bukan hanya itu saja ketika menjadi mahasiswa banyak orang yang ku temui dengan berbagai kararkter diri mereka masing-masing, aku mengenal mereka dan tau mereka, dan itulah mereka, mereka yang bisa dan terbiasa melewati hari mereka tanpa Al-Qur'an, yayaya terlihat mungkin mereka tau membaca Al-Qur'an, namun tidak begitu fasih, dan mereka enggan untuk membacanya ketika mereka belum fasih, lain halnya dengan mereka yang masih buta membaca Al-Qur'an, entah karena apa,?

Al-Qur'an adalah firman Allah dan membaca nya mendapat pahala, bukan hanya imbalan pahala ketenangan, ketentraman ada pada diri kita ketika kita membacanya, sungguh merugi mereka yang sudah diberikan pengetahuan membaca bisa dan pandai membaca Al-Qur'an namun terbiasa tidak membaca Al-Qur'an dan sungguh merugi juga mereka yang kurang lancar dan tidak bisa membaca Al-Qur'an tapi enggan untuk mempelajarinya.

Yaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa

Allah, aku bersyukur engkau berikan aku kedua orang tua yang mengajariku, untuk pandai membaca Al-Qur'an dan memberiku pendidikan tentang Al-Qur'an, hingga saat ini ku akui aku lancar membaca Al-Qur'an fasih dan benar makhrijul hurufnya namun harus terus diasah dan belajar agar semakin indah bacaan Al-Qur'an ku, 

Terimakasih Untuk kedua orang tuaku........

Mamak, Bapak


Menjadi Tempat Ternyaman

 

 Menjadi Tempat Ternyaman 


Banyak tempat ternyaman bagi orang-orang di dunia ini, mungkin bagi mereka adalah restaurant, taman, cafe, perpustakaan, dll, namun tempat termyaman bagiku adalah masjid, masjid menjadi tempat untukku merenumgkan segala hal, bagiku masjid bukan hanya tempat ibadah melainkan banyak kegiatan positif yang bisa dilakukan di masjid, seperti hal nya aku banyak menghabiskan waktu untuk membaca buku dan menulis, tak lupa juga memperbanyak berdzikir dan membaca Al-qur'an, aku banyak menghabiskan waktuku di masjid, aku berada di masjid mulai dari sholat ashar kemudian sampai sholat maghrib, dan kemudian sampai sholat isya. 


Aku suka melakukan hobiku seperti membaca buku dan menulis di masjid mana pun yang membuatku nyaman, aman dan tentram di sana, seperti saat aku di kampungku aku senang sekali berlama-lama di masjid Raudhatul Muslimin, di masjid itu aku senang berlama-lama bahkan tidak ingin pulang, apalagi ada pengajian di masjid itu, aku sampai pulang lewat dari jam 22:00 WIB, namun setelah usai pengajian aku harus pulang karena aku takut ibuku khawatir.


Pada saat aku berada di medan aku sering mengunjungi masjid Al-Falah, aku banyak menghabiskan waktu untuk menulis dan membaca buku juga memperbanyak do'a, dzikir, serta membaca Al-Qur'an di masjid Al-falah,  bukan hanya di masjid Al-Falah aku juga sering ke masjid Taqwa Muhammadiyah jalan Musthafa, aku senang sekali berlama-lama di masjid Taqwa Muhammadiyah disana aku sangat menyukai masjid nya karena di lantai 2 aku bisa melihat pemandangan dan menambah mood ku untuk semangat menulis.

Minggu, 28 Agustus 2022

Impian yang Tertunda






IMPIAN YANG TERTUNDA

( Tertunda bukan berarti tidak bisa lagi meraih impian itu, tapi tertunda adalah hanya belum bisa meraihnya saat ini, namun akan ada di lain hari)

 

Oleh : Suli Anggriani Siahaan

                                                                @suli.shn_1012

Hari ini seperti biasanya aku bangun lebih pagi dari mentari, sebelum mentari menyinari bumi aku lebih dahulu menyapa pagi, lebih dahulu berasrama subuh, semoga hari ini aku mendapatkan banyak keberkahan dan kemudahan urusan.  Impian saat itu ingin sekali untuk bisa terbang, iya, terbang ke angkasa,  terbang menggunakan pesawat terbang, namun  apa yang terjadi mimpi  itu harus di tunda dulu karena takdir berkata lain, dan mungkin Allah belum mengizinkanku, untukku meraih impian untuk bisa terbang. Jauh sebelum aku menduduki bangku kuliah, aku sudah lama bermimpi untuk bisa terbang, untuk bisa meraih bintang, untuk bisa memeluk bulan, hingga pada akhirnya Allah izinkan aku untuk bisa kuliah di universitas swasta terbaik di kota Medan pada saat itu, dan disinilah segala mimpi dan prestasi akan ku ukir,  saat itu aku tidak tahu apa itu program mbkm, aku bertanya-tanya dan mencari tahu tentang apa itu mbkm, ternyata mbkm, adalah program merdeka belajar kampus merdeka, yang didalamnya tergabung banyak sekali program, yaitu program msib, kampus mengajar, pejuang muda, pertukaran mahasiswa dalam negeri,  dan pertukaran mahasiswa keluar negeri.

Saat pertama kali program ini diluncurkan, aku tidak mengikutinya, aku tidak dapat informasi mengenai hal itu, saat itu teman ku banyak mengikuti program ini, yaitu program pertukaran mahasiswa merdeka dalam negeri, tahun 2021 dan ketika mengetahui hal itu, aku biasa saja saat itu, namun, ketika mengetahui bahwasanya teman ku akan berangkat ke Makassar aku jadi merasa ingin mengikuti program ini, dan aku menantikan program ini, di tahun depan di 2022, lama aku menantikan program ini, sempat aku gagal dalam membuat akun mbkm, dan aku terus berusaha, hingga pada akhirnya aku berhasil untuk membuat akun mbkm, akun mbkm ini yang memuat banyak program, selalu aku lihat, dan selalu aku kunjungi dan senantiasa melihat berbagai program, untuk bisa ku ikuti, namun saat itu, belum ada program yang di buka, karena banyak program yang masih berjalan saat itu.

Hari demi hari ku lalui, telah lama aku menanti untuk pembukaan pendaftaran program pertukaran mahasiswa merdeka 2022, segalanya telah kupersiapkan di akun mbkm ku, saat itu terdengar kabar bahwasanya program pertukaran mahasiswa akan dibuka, namun ketika aku lihat dan ingin mendaftar ternyata belum bisa, dan servernya down, namun terus menerus aku coba, instagram Pertukaran Mahasiswa  pun slalu aku pentengin, hingga saat itu ketika aku mendaftar, ternyata aku salah, aku bukan mendaftar sebagai mahasiswa, tetapi sebagai koordinator, disaat itu aku sangat khawatir sekali ternyata link itu untuk pendaftaran perguruan tinggi, saat itu aku bingung, tak menyerah sampai disitu, saat itu, aku mencoba untuk mendaftar lagi di link untuk mendaftar sebagai mahasiswa peserta Pertukaran Mahasiswa, akhirnya ternyata bisa, hingga aku membuat email baru, aku senang sekali bisa membuat akun Pertukaran Mahasiswa saat itu.

Dan saat itu aku tidak sendiri, aku mengikuti Pertukaran Mahasiswa ini  berdua dengan sahabat ku, bernama risky, disini kami saling membantu, saling support , bercerita, tentang banyak hal, bahkan sebelumnya kami pun sudah berkomitmen untuk mengikuti program ini bersama, dan aku jauh lebih mengenal risky, ketika bersama membuat pemberkasan Pertukaran Mahasiswa ini, saat masih kuliah tatap muka di semester 4, bulan 3, kami meminta surat rekomendasi ke biro, untuk program ini, namun, petugas administrasi, ketus, memangsih waktu pembukaan pendaftran Pertukaran Mahasiswa masih lama, saaat itu kami memilih untuk nanti saja untuk meminta surat rekomendasi itu.

Namun ketika terdengar kabar dan dapat informasi bahwa pendaftaran Pertukaran Mahasiswa Merdeka 2 sudah di buka dan sudah bisa mendaftar, aku langsung mendaftar , namun saat itu pilihan nya salah, dan tidak bisa diubah , aku memilih pilihan sebagai perguruan tinggi dan bukan mahasiswa, disitu aku sangat khwatir, mendengar kabar dari  sahabatku risky, bahwasanya risky sudah bisa mendaftar dan langsung membuat akun mahasiswa aku jadi bingung, ku coba untuk bertanya kepada teman ku yang lain yang pernah mengikuti Pertukaran Mahasiswa Merdeka 1, dan kata temanku, itu pendaftarannya untuk perguruan tinggi bukan  untuk mahasiswa, tapi tidak apa-apa nanti di coba lagi, mungkin kenapa “risky” bisa karena masih awal pembukaan pendaftaran , jadi masih percobaan, dan akan kucoba lagi nanti,

Seminggu berlalu sudah aku menunggu ternyata Alhamdulillah, dan aku bisa membuat akun Pertukaran Mahasiswa Merdeka untuk mahasiswa, yes, Alhamdulillah,  mimpiku I’m coming. Setelah aku mendaftar dan login, aku melihat banyak berkas yang harus aku urus, aku pun menuliskan semua berkas persyaratan tersebut, untuk ku upload di akun Pertukaran Mahasiswa Merdeka 2 milik ku,

Berkas yang ku urus :

1.      Surat keterangan domisili

2.      Surat izin dari perguruan tinggi

3.      Surat izin dari orang tua

4.      Scan Rekening

5.      Kartu KIS / BPJS (aktif)

6.      Keterangan Vaksin 2 kali

7.      KTP

8.      Transkip nilai

9.      Surat pernyataan komitmen mahasiswa

 

Sebanyak 9 berkas, semua berkas aku persiapkan kecuali kartu BPJS, waktu itu aku sudah tau bahwasanya aku tidak punya kartu BPJS  maka dari itu, aku tidak mengupload kartu BPJS, aku pun tidak mengurus kartu BPJS ku, ke kantor BPJS pada saat itu, aku memasukkan bukti aktif asuransi Allianz dan kartu nya, yang dimana itu adalah milik ibuku, aku membuat berkas yang salah pada saat itu, karena aku bingung da tidak tahu asuransi kesehatan apa yang akan ku upload sedangkan aku tidak punya KIS/ BPJS, pada hal tertera di persyaratan yang diutamakan adalah yang memiliki asuransi kesehatan, dan disitu aku takut  tidak lolos karena tidak ada KIS/ BPJS. Aku coba Tanya ke teman ku yang sudah pernah mengikuti Program Pertukaran Mahasiwa 1, apakah bisa mengikuti Program Pertukaran Mahasiswa 2,  tanpa Asuransi kesehatan atau KIS/ BPJS.

Proses yang ku lalui untuk bisa menyelesaikan berkas ini begitu rumit, aku harus kekampus untuk minta surat rekomendasi dan tanda tangan perguruan tinggi, hingga aku sampai menumpang di rumah kakak temanku, setelah usai mengurus surat rekomendasi untuk pertukaran mahasiswa, aku pun kembali pulang ke kampung halaman ku, setelah semua berkas yang diminta selesai kupersiapkan aku pun mengupload berkas tersebut ke akun Pertukaran Mahasiswa 2 milikku, semua berkas yang diminta aku upload, namun aku tidak mengupload berkas BPJS ku, dan disinilah aku ragu apakah aku bisa lulus atau tidak. Setelah aku mengisi form data diri, ternyata ada kesalahan,  namun tidak bisa lagi di ubah karena sudah di submit, dan disinilah aku pun khawatir tidak lulus, padahal aku sudah seteliti mungkin dalam pengisian tersebut, namun tetap ku yakinkan diriku bahwa semua akan baik-baik saja.

Setelah mengisi form data diri, aku mengisi, form berkas, dan semua berkas sudah ku upload, dan aku pun langsung meng submit berkas tersebut, dan tidak bisa diubah lagi, akupun berharap lulus, walau harapan itu kecil, karena berkas yang ku upload kurang benar, dan setelah mengisi form data dan berkas, akupun memilih 2 perguruan tinggi, yaitu universitas pendidikan muhammadiyah sorong dan universitas ibn khaldun bogor, aku berharap bisa lulus disalah satu perguruan tinggi tersebut, walau aku khawatir dengan data dan berkas ku saat itu, aku separuh yakin dan separuh lagi ragu.

Aku terus melangitkan do’a dan membumikan usaha, mengencangkan doa ku setiap kali usai sholat, doa ku tentang kelulusan Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka 2, dan setiap kali dalam sujud terakhir ku dalam sholat fardhu doa ku hanya tentang kelulusan Pertukran Mahasiswa Merdeka 2 , doa ku, itu-itu saja, tidak pernah tinggal  doa tentang  ini.

Keyakinan 100% pun hadir dalam diriku, aku yakin doa ku akan membuatku lulus, dan doaku akan mengubah segalanya aku begitu sangat yakin, aku bisa lulus, dan ketika semuanya sudah usai, masuklah tahap selanjutnya yaitu tahap survey kebhinnekaan, dan aku pun senantiasa menunggu informasi dari instagram Pertukaran Mahasiswa Merdeka 2, dan dapatlah informasi bahwa survey kebhinnekaan akan dilaksanakan pada tanggal 08-06 2022, aku khwatir saat itu, karena aku tidak menerima email dari Pertukaran Mahasiswa Merdeka 2, aku takut tidak lulus, ternyata setelah aku mencari informasi ke grup telegram dan aku membuka email ku ternyata pesan dari Pertukaran Mahasiswa 2 masuk, namun pesannya tertindih, aku senang sekali ternyata aku masih punya kesempatan lulus dengan mengikuti survey kebhinnekaan ini, Alhamdulillah.

Tibalah hari dimana aku hendak simulasi kebhinnekaan Pertukaran Mahasiswa Merdeka 2 , ternyata mendownload aplikasinya begitu rumit, dan Alhamdulillah ada bang hafiz yang membantuku, dan Alhamdulillah ada wifi sekolah, dan akhirnya aplikasi nya telah terdownload, dan keesokan harinya aku bisa ikut survey kebhinnekaan, dan esoknya setelah aku survey kebhinnekaan aku lega dan tinggal menunggu hasil pengumuman akhir.

Detik berganti menit, menit berganti jam, jam berganti hari, hari berganti minggu, minggu berganti bulan, lama sudah menantikan pengumuman itu, dan pengumuman itu di umumkan pada tanggal 5 juli,  sebelum pengumuman itu di umumkan dan sebelum aku tahu bahwa aku lolos atau tidak lolos, aku meminta izin terlebih dahulu kepada ibuku, dan ibuku mengizinkan ku.

 Hingga pada akhirnya pengumuman itu pun di umumkan pada pukul 20 : 44,  di dashboard di umumkan bahwa  aku tidak lolos di perguruan tinggi mana pun,  hati ku begitu sangat teriris, pilu, sakit sekali rasanya, baru saja di tanggal 4 aku diskusi dengan sekretaris prodiku, ehhhh, di tanggal 5 nya, malah dapat kabar tidak baik, apalah yang bisa ku lakukan selain , menerima keputusan terbaik dari Allah.

Namun apa yang aku lakukan disaat mengetuahui bahwa aku tidak lolos dalam Pertukaran Mahasiswa 2 itu,  saat itu juga aku menangis, hatiku  kecil sekali untuk bisa menerima semua itu, jiwa ku rapuh, banyak prasangka buruk yang terjadi pada saat itu, aku bertanya terus-menerus kepada Allah, yaa Allah kenapa ini , apa yang terjadi,  dimana salahku, aku sudah percaya bahwa usaha tidak akan mengkhianati hasilnya, aku sudah berusaha dan berdoa semampuku, timbul prasangka yang tidak menentu pada saat itu juga, namun aku tidak menyerah dan terus berprasangka baik, serta tetap sabar, dan mencoba menerima dengan perlahan.

Aku ingat dengan kata-kata ini siapa yang bersungguh-sungguh maka ia akan mendapat, aku sudah bersungguh-sungguh, namun tapi apa yang aku dapatkan, aku kecewa, tapi Allah tetap tegarkan aku, aku banyak istighfar atas prasangka buruk ku terhadap takdir, aku ingat kata-kata ini, siapa yang bersabar maka ia akan beruntung, dan yaa,,, ketika kita sudah bersungguh- sungguh dalam meraih mimpi itu, ada kesabaran untuk menerima apa yang selanjutnya terjadi pada impian itu terwujud atau tertunda dulu.

Terlepas dari semua itu, aku harus fokus pada program kerja yang lain yaitu PPK Ormawa (Program Peningkatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan) walaupun aku tidak lulus pmm2, tapi aku bersyukur Allah masih memberikan aku prestasi yang lain yaitu PPK Ormawa, yang membuatku bebas  KKN (Kuliah Kerja Nyata), dan aku merasa inilah yang terbaik  yang diberikan Allah untukku, aku percaya dan yakin Allah telah menyiapkan suatu rencana yang jauh lebih baik dari prasangka dan perkiraan ku.

Dan inilah yang terbaik yang Allah berikan untukku, impian ku untuk bisa keluar kota, impianku untuk menceritakan semuanya kepada ibuku, impianku bertemu dengan orang-orang hebat, dan yang lebih utama impianku untuk bisa terbang ke angkasa,ditunda dulu karena ada impian lain yang secara bersamaan tidak bisa diwujudkan, aku yakin apa yang ada di sisi Allah jauh lebih baik, takdir Allah dan apa yang ia kehendaki pasti terlaksana.

 

Hatiku tenang karena mengetahui bahwa apa yang melewatkanku tidak akan pernah menjadi takdirku, dan apa yang ditakdirkan untukku tidak akan pernah melewatiku “ Umar ibn Khattab”

 

Apapun yang menjadi takdirku pasti akan menemukan jalannya untuk menemukanku “Ali ibn Thalib”

Pada akhirnya takdir Allah selalu baik, walaupun terkadang penuh air mata untuk menerimanya“ Umar Ibn Khattab”.

Bermimpi Untuk Terbang




Meraih Bintang, Memeluk Bulan, Terbang di Angkasa

Meraih mimpi untuk bisa terbang dan memetik bintang, banyak mimpi yang belum bisa terealisasikan, namun adakalanya ketika mimpi itu ingin diraih, banyak sekali tantangan dan rintangan yang menghadang, yaa Allah begitu banyak ujian yang kau hadirkan, namun kuatkanlah aku, terkadang rasanya ingin menyerah, tapi lebih baik istirahat saja. 

Aku bukan berhenti karena semua proses yang dibalut dengan kendala, tapi aku hanya istirahat sejenak memulihkan tenaga untuk kedepannya  semangat meraih milyaran bintang itu.




Perjalanan Membawaku Menemui Pelajaran


 Perjalanan Membawaku Menemui Pelajaran

Aku yang berasal dari desa dan bertempat tingal di daerah kumuh, kegigihan dan semangat belajar membuatku meraih beasiswa itu, hingga sampai pada hari ini, aku menjadi seorang penjelajah di negeri rantau tempatku menuntut ilmu.

Menuntut ilmu ke kota dan merantau adalah cita-citaku sejak masih duduk dibangku SD, dan dirantauan aku banyak mejelajahi tempat-tempat  indah yang membuatku menemui banyak pelajaran.

Pelajaran yang membuatku tahu akan kerasnya kehidupan, pelajaran yang membuatku tahu bagaimana kehidupan di pedesaan dan diperkotaan, pelajaran yang membuatku tahu akan kecintaan Allah kepada hambanya.

Perjalanan bukan hanya membawaku menemui pelajaran, namun perjalanan juga membawaku bertemu dengan orang-orang baik yang dihadirkan Allah untukku mengambil pelajaran darinya.


 Assalamu'alaikum Wr.Wb. Alhamdulillahhi bini'mati tatimusshalihat, wa alhamdulillahi a'la kulli hallin. shalawat dan salam terc...