IMPIAN
YANG TERTUNDA
(
Tertunda bukan berarti tidak bisa lagi meraih impian itu, tapi tertunda adalah
hanya belum bisa meraihnya saat ini, namun akan ada di lain hari)
Oleh
: Suli Anggriani Siahaan
@suli.shn_1012
Hari ini seperti biasanya aku
bangun lebih pagi dari mentari, sebelum mentari menyinari bumi aku lebih dahulu
menyapa pagi, lebih dahulu berasrama subuh, semoga hari ini aku mendapatkan
banyak keberkahan dan kemudahan urusan. Impian
saat itu ingin sekali untuk bisa terbang, iya, terbang ke angkasa, terbang menggunakan pesawat terbang,
namun apa yang terjadi mimpi itu harus di tunda dulu karena takdir berkata
lain, dan mungkin Allah belum mengizinkanku, untukku meraih impian untuk bisa terbang.
Jauh sebelum aku menduduki bangku kuliah, aku sudah lama bermimpi untuk bisa
terbang, untuk bisa meraih bintang, untuk bisa memeluk bulan, hingga pada
akhirnya Allah izinkan aku untuk bisa kuliah di universitas swasta terbaik di
kota Medan pada saat itu, dan disinilah segala mimpi dan prestasi akan ku ukir, saat itu aku tidak tahu apa itu program mbkm,
aku bertanya-tanya dan mencari tahu tentang apa itu mbkm, ternyata mbkm, adalah
program merdeka belajar kampus merdeka, yang didalamnya tergabung banyak sekali
program, yaitu program msib, kampus mengajar, pejuang muda, pertukaran
mahasiswa dalam negeri, dan pertukaran
mahasiswa keluar negeri.
Saat pertama kali program ini
diluncurkan, aku tidak mengikutinya, aku tidak dapat informasi mengenai hal
itu, saat itu teman ku banyak mengikuti program ini, yaitu program pertukaran
mahasiswa merdeka dalam negeri, tahun 2021 dan ketika mengetahui hal itu, aku
biasa saja saat itu, namun, ketika mengetahui bahwasanya teman ku akan
berangkat ke Makassar aku jadi merasa ingin mengikuti program ini, dan aku
menantikan program ini, di tahun depan di 2022, lama aku menantikan program
ini, sempat aku gagal dalam membuat akun mbkm, dan aku terus berusaha, hingga
pada akhirnya aku berhasil untuk membuat akun mbkm, akun mbkm ini yang memuat
banyak program, selalu aku lihat, dan selalu aku kunjungi dan senantiasa
melihat berbagai program, untuk bisa ku ikuti, namun saat itu, belum ada
program yang di buka, karena banyak program yang masih berjalan saat itu.
Hari demi hari ku lalui, telah
lama aku menanti untuk pembukaan pendaftaran program pertukaran mahasiswa
merdeka 2022, segalanya telah kupersiapkan di akun mbkm ku, saat itu terdengar
kabar bahwasanya program pertukaran mahasiswa akan dibuka, namun ketika aku
lihat dan ingin mendaftar ternyata belum bisa, dan servernya down, namun terus
menerus aku coba, instagram Pertukaran Mahasiswa pun slalu aku pentengin, hingga saat itu
ketika aku mendaftar, ternyata aku salah, aku bukan mendaftar sebagai
mahasiswa, tetapi sebagai koordinator, disaat itu aku sangat khawatir sekali
ternyata link itu untuk pendaftaran perguruan tinggi, saat itu aku bingung, tak
menyerah sampai disitu, saat itu, aku mencoba untuk mendaftar lagi di link
untuk mendaftar sebagai mahasiswa peserta Pertukaran Mahasiswa, akhirnya
ternyata bisa, hingga aku membuat email baru, aku senang sekali bisa membuat
akun Pertukaran Mahasiswa saat itu.
Dan saat itu aku tidak sendiri,
aku mengikuti Pertukaran Mahasiswa ini
berdua dengan sahabat ku, bernama risky, disini kami saling membantu,
saling support , bercerita, tentang banyak hal, bahkan sebelumnya kami pun
sudah berkomitmen untuk mengikuti program ini bersama, dan aku jauh lebih
mengenal risky, ketika bersama membuat pemberkasan Pertukaran Mahasiswa ini, saat
masih kuliah tatap muka di semester 4, bulan 3, kami meminta surat rekomendasi
ke biro, untuk program ini, namun, petugas administrasi, ketus, memangsih waktu
pembukaan pendaftran Pertukaran Mahasiswa masih lama, saaat itu kami memilih
untuk nanti saja untuk meminta surat rekomendasi itu.
Namun ketika terdengar kabar dan
dapat informasi bahwa pendaftaran Pertukaran Mahasiswa Merdeka 2 sudah di buka
dan sudah bisa mendaftar, aku langsung mendaftar , namun saat itu pilihan nya
salah, dan tidak bisa diubah , aku memilih pilihan sebagai perguruan tinggi dan
bukan mahasiswa, disitu aku sangat khwatir, mendengar kabar dari sahabatku risky, bahwasanya risky sudah bisa
mendaftar dan langsung membuat akun mahasiswa aku jadi bingung, ku coba untuk
bertanya kepada teman ku yang lain yang pernah mengikuti Pertukaran Mahasiswa
Merdeka 1, dan kata temanku, itu pendaftarannya untuk perguruan tinggi bukan untuk mahasiswa, tapi tidak apa-apa nanti di
coba lagi, mungkin kenapa “risky” bisa karena masih awal pembukaan pendaftaran
, jadi masih percobaan, dan akan kucoba lagi nanti,
Seminggu berlalu sudah aku menunggu
ternyata Alhamdulillah, dan aku bisa membuat akun Pertukaran Mahasiswa Merdeka untuk
mahasiswa, yes, Alhamdulillah, mimpiku I’m
coming. Setelah aku mendaftar dan login, aku melihat banyak berkas yang harus
aku urus, aku pun menuliskan semua berkas persyaratan tersebut, untuk ku upload
di akun Pertukaran Mahasiswa Merdeka 2 milik ku,
Berkas yang ku urus :
1.
Surat
keterangan domisili
2.
Surat
izin dari perguruan tinggi
3.
Surat
izin dari orang tua
4.
Scan
Rekening
5.
Kartu
KIS / BPJS (aktif)
6.
Keterangan
Vaksin 2 kali
7.
KTP
8.
Transkip
nilai
9.
Surat
pernyataan komitmen mahasiswa
Sebanyak 9 berkas, semua berkas aku persiapkan
kecuali kartu BPJS, waktu itu aku sudah tau bahwasanya aku tidak punya kartu
BPJS maka dari itu, aku tidak mengupload
kartu BPJS, aku pun tidak mengurus kartu BPJS ku, ke kantor BPJS pada saat itu,
aku memasukkan bukti aktif asuransi Allianz dan kartu nya, yang dimana itu
adalah milik ibuku, aku membuat berkas yang salah pada saat itu, karena aku bingung
da tidak tahu asuransi kesehatan apa yang akan ku upload sedangkan aku tidak
punya KIS/ BPJS, pada hal tertera di persyaratan yang diutamakan adalah yang
memiliki asuransi kesehatan, dan disitu aku takut tidak lolos karena tidak ada KIS/ BPJS. Aku coba
Tanya ke teman ku yang sudah pernah mengikuti Program Pertukaran Mahasiwa 1,
apakah bisa mengikuti Program Pertukaran Mahasiswa 2, tanpa Asuransi kesehatan atau KIS/ BPJS.
Proses yang ku lalui untuk bisa menyelesaikan berkas
ini begitu rumit, aku harus kekampus untuk minta surat rekomendasi dan tanda
tangan perguruan tinggi, hingga aku sampai menumpang di rumah kakak temanku, setelah
usai mengurus surat rekomendasi untuk pertukaran mahasiswa, aku pun kembali
pulang ke kampung halaman ku, setelah semua berkas yang diminta selesai
kupersiapkan aku pun mengupload berkas tersebut ke akun Pertukaran Mahasiswa 2
milikku, semua berkas yang diminta aku upload, namun aku tidak mengupload
berkas BPJS ku, dan disinilah aku ragu apakah aku bisa lulus atau tidak. Setelah
aku mengisi form data diri, ternyata ada kesalahan, namun tidak bisa lagi di ubah karena sudah di
submit, dan disinilah aku pun khawatir tidak lulus, padahal aku sudah seteliti
mungkin dalam pengisian tersebut, namun tetap ku yakinkan diriku bahwa semua
akan baik-baik saja.
Setelah mengisi form data diri, aku mengisi, form
berkas, dan semua berkas sudah ku upload, dan aku pun langsung meng submit
berkas tersebut, dan tidak bisa diubah lagi, akupun berharap lulus, walau
harapan itu kecil, karena berkas yang ku upload kurang benar, dan setelah
mengisi form data dan berkas, akupun memilih 2 perguruan tinggi, yaitu
universitas pendidikan muhammadiyah sorong dan universitas ibn khaldun bogor,
aku berharap bisa lulus disalah satu perguruan tinggi tersebut, walau aku
khawatir dengan data dan berkas ku saat itu, aku separuh yakin dan separuh lagi
ragu.
Aku terus melangitkan do’a dan membumikan usaha, mengencangkan
doa ku setiap kali usai sholat, doa ku tentang kelulusan Program Pertukaran
Mahasiswa Merdeka 2, dan setiap kali dalam sujud terakhir ku dalam sholat
fardhu doa ku hanya tentang kelulusan Pertukran Mahasiswa Merdeka 2 , doa ku,
itu-itu saja, tidak pernah tinggal doa
tentang ini.
Keyakinan 100% pun hadir dalam diriku, aku yakin doa
ku akan membuatku lulus, dan doaku akan mengubah segalanya aku begitu sangat
yakin, aku bisa lulus, dan ketika semuanya sudah usai, masuklah tahap
selanjutnya yaitu tahap survey kebhinnekaan, dan aku pun senantiasa menunggu
informasi dari instagram Pertukaran Mahasiswa Merdeka 2, dan dapatlah informasi
bahwa survey kebhinnekaan akan dilaksanakan pada tanggal 08-06 2022, aku
khwatir saat itu, karena aku tidak menerima email dari Pertukaran Mahasiswa
Merdeka 2, aku takut tidak lulus, ternyata setelah aku mencari informasi ke
grup telegram dan aku membuka email ku ternyata pesan dari Pertukaran Mahasiswa
2 masuk, namun pesannya tertindih, aku senang sekali ternyata aku masih punya
kesempatan lulus dengan mengikuti survey kebhinnekaan ini, Alhamdulillah.
Tibalah hari dimana aku hendak simulasi kebhinnekaan
Pertukaran Mahasiswa Merdeka 2 , ternyata mendownload aplikasinya begitu rumit,
dan Alhamdulillah ada bang hafiz yang membantuku, dan Alhamdulillah ada wifi
sekolah, dan akhirnya aplikasi nya telah terdownload, dan keesokan harinya aku
bisa ikut survey kebhinnekaan, dan esoknya setelah aku survey kebhinnekaan aku
lega dan tinggal menunggu hasil pengumuman akhir.
Detik berganti menit, menit berganti jam, jam
berganti hari, hari berganti minggu, minggu berganti bulan, lama sudah
menantikan pengumuman itu, dan pengumuman itu di umumkan pada tanggal 5
juli, sebelum pengumuman itu di umumkan
dan sebelum aku tahu bahwa aku lolos atau tidak lolos, aku meminta izin
terlebih dahulu kepada ibuku, dan ibuku mengizinkan ku.
Hingga pada
akhirnya pengumuman itu pun di umumkan pada pukul 20 : 44, di dashboard di umumkan bahwa aku tidak lolos di perguruan tinggi mana
pun, hati ku begitu sangat teriris,
pilu, sakit sekali rasanya, baru saja di tanggal 4 aku diskusi dengan sekretaris
prodiku, ehhhh, di tanggal 5 nya, malah dapat kabar tidak baik, apalah yang
bisa ku lakukan selain , menerima keputusan terbaik dari Allah.
Namun apa yang aku lakukan disaat mengetuahui bahwa
aku tidak lolos dalam Pertukaran Mahasiswa 2 itu, saat itu juga aku menangis, hatiku kecil sekali untuk bisa menerima semua itu,
jiwa ku rapuh, banyak prasangka buruk yang terjadi pada saat itu, aku bertanya
terus-menerus kepada Allah, yaa Allah kenapa ini , apa yang terjadi, dimana salahku, aku sudah percaya bahwa usaha
tidak akan mengkhianati hasilnya, aku sudah berusaha dan berdoa semampuku,
timbul prasangka yang tidak menentu pada saat itu juga, namun aku tidak
menyerah dan terus berprasangka baik, serta tetap sabar, dan mencoba menerima
dengan perlahan.
Aku ingat dengan kata-kata ini siapa yang
bersungguh-sungguh maka ia akan mendapat, aku sudah bersungguh-sungguh, namun
tapi apa yang aku dapatkan, aku kecewa, tapi Allah tetap tegarkan aku, aku
banyak istighfar atas prasangka buruk ku terhadap takdir, aku ingat kata-kata
ini, siapa yang bersabar maka ia akan beruntung, dan yaa,,, ketika kita sudah
bersungguh- sungguh dalam meraih mimpi itu, ada kesabaran untuk menerima apa
yang selanjutnya terjadi pada impian itu terwujud atau tertunda dulu.
Terlepas dari semua itu, aku harus fokus pada program
kerja yang lain yaitu PPK Ormawa (Program Peningkatan Kapasitas Organisasi
Kemahasiswaan) walaupun aku tidak lulus pmm2, tapi aku bersyukur Allah masih
memberikan aku prestasi yang lain yaitu PPK Ormawa, yang membuatku bebas KKN (Kuliah Kerja Nyata), dan aku merasa
inilah yang terbaik yang diberikan Allah
untukku, aku percaya dan yakin Allah telah menyiapkan suatu rencana yang jauh
lebih baik dari prasangka dan perkiraan ku.
Dan inilah yang terbaik yang Allah berikan untukku,
impian ku untuk bisa keluar kota, impianku untuk menceritakan semuanya kepada
ibuku, impianku bertemu dengan orang-orang hebat, dan yang lebih utama impianku
untuk bisa terbang ke angkasa,ditunda dulu karena ada impian lain yang secara
bersamaan tidak bisa diwujudkan, aku yakin apa yang ada di sisi Allah jauh
lebih baik, takdir Allah dan apa yang ia kehendaki pasti terlaksana.
Hatiku tenang
karena mengetahui bahwa apa yang melewatkanku tidak akan pernah menjadi
takdirku, dan apa yang ditakdirkan untukku tidak akan pernah melewatiku “ Umar
ibn Khattab”
Apapun yang menjadi
takdirku pasti akan menemukan jalannya untuk menemukanku “Ali ibn Thalib”
Pada akhirnya
takdir Allah selalu baik, walaupun terkadang penuh air mata untuk menerimanya“
Umar Ibn Khattab”.