Selasa, 05 Maret 2024

PERJALANAN SATU SEMESTER KU

 


CERITA PENGALAMAN PMM 3 DI UNIVERSITAS PENDIDIKAN MUHAMMADIYAH SORONG

( Tentang Aku, Kamu, Kita dan Tanah Papua)

Oleh : Suli Siahaan

Mahasiswa Program Studi Kesejahteraan Sosial, FISIP UMSU

 

Hayyy, Perkenalkan aku “Suli Anggriani Siahaan”, Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara, Program Studi Kesejahteraan Sosial, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik,  aku bersyukur kepada Allah karena untuk semester 7 di 2023 kemarin Allah izinkan aku untuk eksplor tanah Papua, dengan mengikuti program kampus merdeka yaitu, Pertukaran Mahasiswa Merdeka, yang dahulunya mimpiku tertunda untuk bisa mengikuti PMM 2, tahun 2022 di Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong, karena aku tidak lolos, aku sangat sedih sekali saat itu, melihat temanku lolos dan aku tidak, aku merasa hidup ini tidak adil, tapi aku tetap percaya bahwa rencana Allah jauh lebih baik dari rencana ku, aku tak putus asa aku terus berusaha dan yakin pada Allah bahwa kesempatan akan senantiasa hadir bagi orang-orang yang gigih dalam memperjuangkan, dan untuk semester depannya di 2023 aku mencoba lagi untuk mengikuti program tersebut dan Alhamdulillah, aku lolos di Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong, Papua Barat Daya, aku senang sekali dan inilah bukti bahwa Allah maha tahu atas segala sesuatu dan apa yang ada di sisi Allah jauh lebih baik.

Memulai pengalaman dan memupuk banyak cerita di Ujung Timur Indonesia, awalnya melihat teman mengikuti Program Pertukaran Mahasiswa, dan mengeksplor banyak tempat bersejarah di Nusantara, dari Sabang sampai Marauke membuat saya pun tertarik untuk mengikuti Program Pertukaran Mahasiswa tersebut, mulailah saya mendafatar akun MBKM, dan untuk mendaftarnya lumayan sulit, karena banyak yang harus diisi dan saya pun belum begitu paham, saya terus berusaha dengan gigih demi mewujudkan mimpi saya untuk berkelana dan menjelajahi Indonesia, dan impian besar saya saat itu ialah untuk terbang ke angkasa naik pesawat terbang, karena sebelum saya menduduki bangku kuliah saya sangat ingin merasakan bagaimana terbang naik pesawat, setiap kali saya melihat pesawat terbang yang melintas di langit biru, saya berucap bahwa “ Semoga suatu hari nanti saya bisa terbang naik pesawat”, melihat keindahan alam dari angkasa, dan itu saya tanamkan dengan sungguh-sungguh dan saya niatkan untuk meraih cita-cita dan mewujudkan mimpi-mimpi saya. Hingga pada akhirnya, Allah takdirkan saya untuk menjadi bagian dari kampus terbaik swasta di kota Medan yaitu, Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara, dan takdir ini membuatku bersyukur dan bahagia, lanjut cerita mengenai Program Pertukaran Mahasiswa, setelah berusaha dengan gigih dalam mendaftar, semua berkas telah di upload, dan Alhamdulillah melaju ke tahap selanjutnya, setelah tahap-demi tahap dilewati, tibalah saat yang sangat ditunggu-tunggu doa-doa terus ku langitkan tiada henti, berharap dapat kabar bahagia dari kabar pengumuman tersebut, hingga pada akhirnya, pengumuman tersebut di umumkan,dan ketika aku melihat di akun/ di laman PMM ku ternyata aku tidak lolos, saat itu juga aku kecewa, harapanku hancur, mimpiku tak terwujud aku menangis pilu sejadi-jadinya, dan merasa sesakit itu menerima kabar tidak lolos, seolah itu kabar terburuk yang pernah tersampaikan padaku, seiring bergulirnya waktu, hari-hari berganti, aku coba tuk menguatkan diriku, dan menerima kenyataan, dan tiada hentinya berharap bahwa pasti akan ada kesempatan dilain waktu bagi orang-orang yang senantiasa memperjuangkan.

Setelah gagal PMM 2 disemester 5, aku coba untuk mencoba lagi PMM 3 di semester 7, aku berusaha lagi, dengan penuh keyakinan dan izin orang tua aku berharap bisa lolos, aku berusaha lagi, mengisi data, membuat akun, mengurus segala berkas, kemudian mengupload berkas, tahap-demi tahap kulewati, membumikan usaha dan terus melangitkan doa tiada henti, semoga untuk kali ini Allah ijabah do’aku, aku memilih kampus yang sama seperti tempat pertama kali mendaftar PMM, yaitu, UNIVERSITAS PENDIDIKAN MUHAMMADIYAH SORONG, PAPUA BARAT DAYA,  saya memilih di Papua karena saya ingin, mengeksplor indahnya tanah Papua, dan ke Raja Ampat,  dan ke Puncak Love, sebelum pengumuman ke lolosan di umumkan, aku selalu mengecek instagram resmi Pertukaran Merdeka, agar tidak ketinggalan informasi. Setelah sabar menanti perihal pengumuman akhirnya tibalah saatnya pengumuman tersebut di umumkan, pada saat saya ingin melihat hasil pengumuman saya lolos atau tidak, akun saya sulit sekali untuk di buka, saya sangat khawatair, saya takut saya tidak lolos untuk kedua kalinya, saya mencoba memita bantuan kepada teman-teman saya Mahasiswa UMSU yang juga lolos di UNIVERSITAS PENDIDIKAN MUHAMMADIYAH SORONG, dan Alahamdulillah setelah akun saya di buka olehnya, tertera tulisan bahwa saya “LOLOS”, saya langsung tersungkur bersujud syukur, saya sangat bahagia, dan untuk memastikan lagi saya mencoba untuk membuka akun saya sendiri di Android saya, dan informasinya benar, Bahwa saya benar-benar “LOLOS, tiada henti-hentinya saya bersyukur kepada Allah atas kabar gembira itu, ternyata Allah izinkan saya di semester 7 untuk mengikuti Program Pertukaran Mahasiswa itu, bukan di Semester 5, yang dimana saya mengikuti PMM 3 ini saya sudah menyelesaikan SKS saya, dan ketika pulang dari Program tersebut, saya tidak mengikuti perkuliahan lagi karena saya sudah selesai menempuh semua SKS, inilah yang dikatakan bahwa “TAKDIR ALLAH DAN APA YANG IA KEHENDAKI PASTI TERLAKASANA”, DAN APA YANG ADA DISISI ALLAH JAUH LEBIH BAIK.

Pada tanggal 29 Agustus 2023 saya pun berangkat meninggalkan kota Medan dan Pergi ke kota Sorong, untuk menjalani program, dari bandara Kwalanamu medan menuju bandara Sekarno Hatta Jakarta, setelah transit di Jakarta, kemudian sampailah di Bandara DEO Sorong, sebelum sampai di Sorong Papua, saya melihat pemandangan dari atas sangat indah sekali tanah Papua, pulau-pulau yang airnya jernih dan berwarna indah, ditambah dengan tumbuh-tumbuhan dan bebatuan yang tumbuh dan berdiri diatas pulau, menambah keunikan pulau, seolah saya tidak sabar ingin menjelajahi ujung Timur Indonesia itu, Surga kecil yang jatuh ke bumi. Sesampainya di bandara kami para mahasiswa inbound disambut oleh Pic, Dosen, LO, dan seluruh tim, dari UNIVERSITAS PENDIDIKAN MUHAMMADIYAH SORONG, kami disambut sangat meriah dengan nyanyian dan lagu menggunakan alat music tradisional, tidak lupa kami mengabadikan momen yaitu berphoto dan membuat video konten, setelah itu, kami diantar menggunakan tranportasi kampus langsung ke asrama untuk beristirahat sejenak, dan setelah sampai di asrama kami pun langsung beristirahat, untuk nantinya melanjutkan kegiatan open ceremony. Setelah kami beristirahat, kami melanjutkan kegiatan, yaitu kegiatan pembukaan, saya senang sekali akhirnya saya bertemu dengan teman-teman se Nusantara saya, dan bertemu dengan teman-teman kelompok saya, setelah mengikuti berbagai rangkaian kegiatan, acara pun selesai dan kami pun bubar.

Seiring bergantinya hari kegiatan modul nusantara dan kegiatan perkuliahanpun dimulai,

Kami sangat bahagia mengikuti modul nusantara di Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong, yang dimana modul nusantaranya ada yang menggunakan perjalanan laut dan ada yang menggunakan perjalanan darat, adapun tempat modul nusantara kami yaitu, kami menjelajahi berbagai pulau, yaitu pulau Doom, pulau Arar, pulau UM, pulau Yerussel, dan berbagai pulau lainnya, adapun perjalanan darat kami yaitu mengunjungi kampung Warmon Kokoda, mengunjungi kampung Malaumkarta, mengunjungi Vihara Budha Jayanti, mengunjungi rumah etnik, mengunjungi, hutan sagu dan lain sebagainya, banyak sekali pelajaran dan pengalaman yang sangat luar biasa dari perjalanan-perjalanan yang ku lalui selama menelusuri tanah Papua, aku bertemu dengan teman-teman se Nusantara, aku bertemu orang-orang baru, aku merasakan indahnya perbedaan, aku mencoba untuk menyesuaikan lingkungan dengan teman-temanku yang berbeda pulau, suku, ras, bahasa, dan agama, mencoba untuk saling memahami satu sama lain, dan aku juga mencoba menyesuaikan diri, dengan mahasiswa-mahasiswi asli Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong, dan orang-orang pribumi papua, yang sangat-sangat berbeda denganku orang Sumatera Utara dari Medan, awalnya aku merasa takut, dan tidak berani berteman dan berinteraksi dengan mereka orang-orang pribumi papua, namun seiring bergulirnya waktu dan terus berproses, aku mulai membiasakan diri berinteraksi denga mereka dan hingga pada akhirnya akupun senang berteman dengan mereka, aku nyaman berteman dengan mereka, aku banyak sharing ang caring dengan mereka ngobrol mengenai tanah Papua,  obrolan kami begitu asik berbincang mengenai keindahan alam tanah papua, kemudian bercerita mengenai ramahnya orang-orang Papua, sejarah tentang Papua dan apa saja yang penting Papua.

Banyak sekali hal-hal baru yang ku temui saat menjalani hidup satu semester di ujung Timur Indonesia, aku sangat merasakan hidup yang berbeda saat saya di Medan, saya juga mendapatkan banyak sekali inspirasi dari mereka, para penduduk tanah Papua, yang membuat saya trus bertumbuh dan belajar bersama mereka, pengalaman yang tak akan pernah terlupakan, pelajaran hidup yang sangat luar biasa yang ku dapatkan dan ilmu yang tak ternilai harganya.

Pada suatu ketika, saat menjalani modul nusantara yaitu kontribusi sosial ke kampung Fafanlap, Distik Misool Selatan, Kabupaten Raja Ampat, saya melihat keadaan kampung yang sangat minim sekali, mulai dari air bersih yang belum tersalurkan ke rumah-rumah masyarakat, dan kami mengupayakan air bersih untuk bisa sampai ke rumah warga, kemudian listrik yang terbatas tidak ada 24 jam, hanya ada mulai dari jam 18:00 – 06:00     WIT, sarana dan prasarana, jaringan internet yang sulit diakses, dan juga aparatur dan perangkat desa yang belum terlatih, serta pendidikan yang belum memadai, saya sangat prihatin dan kampung Fafanlap sangat-sangat menarik perhatian saya membuka lebar mata dan telinga saya untuk melihat mereka lebih dalam dan mendengarkan mereka dengan saksama.

Namun walaupun masyarakat kampung Fafanlap, hidup dengan kesederhanaan dikampung tersebut, mereka hidup rukun dan damai, jauh dari kata perselisihan dan sengketa, masyarakat yang welcome bagi siapa saja orang asing yang datang ke wilayah mereka secara baik-baik dan merekapun siap menyambut dengan baik dan hangat, saya menemukan orang-orang baik di kampung itu, kampung yang sejuk, penuh kedamaian dan cerita scenario yang indah, kampung kecil dengan dibelakangnya bukit dan di depannya lautan dan kampung Fafanlap berada di tengah-tengah, yang membuatku berkeinginan untuk kembali lagi ke sana suatu hari nanti, di waktu terbaik yang sudah Allah tentukan.

Setelah selesai melaksanakan kontribusi sosial, kami memanfaatkan waktu dan sekaligus refreshing, yaitu destinasi wisata, seperti kami mengunjungi, Goa Kramat, Puncak Harfat, Balbulol, dan Puncak Love, sungguh destinasi wisata surga, ini yang dikatakan surga kecil yang jatuh ke bumi dan aku mengunjungi langsung surga itu dan melihat langsung keindahan surga itu dengan mata kepala ku, yang mungkin takkan bisa ku kunjungi kalau aku tidak ke tanah Papua, tanah Papua yang indah nikmat dan kuasa Allah terbentang. Setelah usai destinasi wisata, kami pun bertolak kembali ke Sorong, untuk keesokan harinya berkemas dan kembali ke kota masing-masing, meninggalkan jutaan kenangan indah di Tanah Papua.

Terimakasih yaa, Allah untuk nikmat dan karunia ini, terimakasih tanah Papua telah menjadi tempatku bertumbuh dan berproses, serta mendapatkan banyak pengalaman dan pelajaran tak ternilai harganya, banyak rindu yang sudah di tanam di Tanah Papua, dan saatnya untuk menuai rindu itu kembali ke pangkuan orang-orang tersayang, ayah, ibu dan keluarga, saudara-saudara serta sahabat-sahabat.

Ribuan pulau telah dilalui, ribuan puncak telah terdaki, dan pada akhirnya cerita ini usai, Pada 27-28 Desember kami pulang, senang sekali hal ini menjadi perjalanan impianku menuju surga kecil di Ujung Timur Indonesia, yang memberiku banyak pelajaran, mungkin kalau aku tidak berlabuh sampai ke ujung Timur Indonesia, mungkin aku tidak akan bertemu orang-orang hebat seperti mereka.

Cerita Suli Siahaan di Ujung Timur Indonesia……………………….

Terimakasi, dan sampai berlabuh lagi.

Senin, 04 Maret 2024

DI KAMPUS 1000 MIMPI

DI KAMPUS 1000 MIMPIπŸ’š

Kampusku saat ini Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara, menjadi kampus yang kutaruh banyaknya mimpi didalamnya, penuh harap untuk bisa sampai di tujuan yaitu menyelesaikan studi tepat waktu, awal memulai cerita di kampus ini, mulai dari mendaftar, menginjakkan kaki untuk pertama kalinya, rasa takut, deg-degan dan tidak percaya diri serta ragu untuk bisa sampai pada penyelesaian study, dan menyandang serta membawa pulang gelar sarjana.

πŸ’™

Awal mulai kuliah dari berbasis online hingga kuliah offline (tatap muka) langsung ke kampus, mengikuti kegiatan dan organisasi, menemukan hal baru yang tidak pernah kutemui sejak di bangku sekolah dan dikampung halaman, bertemu dengan orang-orang baru, yang membuatku sulit untuk berinteraksi dan berkomunikasi dengan mereka saat itu, 

πŸ’›

semester 1 sampai semester 3, aku menjalani kuliah online, dengan berbagai tugas yang diberikan dosen, menjalani UTS dan UAS secara online, hingga aku  bisa menabung dari uang BEASISWA KIP ku, karena kuliah masih berbasis online kala itu, dan bisa membeli laptop dari hasil tabungan ku sendiri, tanpa meminta sepeserpun dari orang tua, puji syukur ku pada Allah yang telah merancang indah skenario pendidikan ku, dan aku juga bisa membantu ibuku berjualan sekaligus kuliah online, , pintaku sebelum pada Allah untuk bisa melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, namun tetap masih bisa bersama ibu. 

πŸ’œ

seiring berjalannnya waktu, keadaan dunia sudah mulai memulih bencana krisis kemanusiaan, yaitu covid -19, maka kuliah tatap mukapun diberlakukan kembali setelah menjalani 3 semester kuliah online, tibalah saatnya benar-benar merasakan dunia perkuliahan yang sesungguhnya, dan berangkat dari kampung halaman menuju kota rantau, jauh dari ibu, jauh dari keluarga, jauh dari sanak saudara, jauh dari teman- teman, hidup asing di ibu kota, merasakan sedih dalam kesepian, hingga sampai akhirnya bertemu dengan orang-orang baru yang menginspirasi dan menggoreskan luka.

πŸ’ͺ

Mulai dari semester 4, 5, dan 6 kuliah tatap muka, setiap hari bertemu dengan dosen-dosen yang mengajar di kelas, teman-teman yang berbeda domisili, ada yang juga anak rantau sepertiku, dan ada yang asli orang medan, pertemanan yang kurasakan dan yang kujalani di perantauan ini sangat berbeda dengan pertemanan yang kurasakan di kampung halaman ku, dan ini yang membuatku sulit untuk berinteraksi dan sulit untuk menyesuaikan diri pada lingkunganku, namun dibalik semua itu aku tetap bertahan, mengingat aku punya banyak mimpi dan harapan dikampus ini untuk kubawa pulang ke kampung halaman. 

πŸ‘

Alhamdulillah, satu semester di semester 7, aku menjalani perkuliahan di wilayah Timur Indonesia, yaitu provinsi Papua Barat Daya, kota Sorong, satu semester lamanya aku berkuliah disana, dalam rangka mengikuti program pertukaran mahasiswa merdeka batch 3, yang membuatku bertemu dengan orang-orang baru dari seluruh Nusantara, memupuk banyak pengalaman menelusuri tanah Papua, melewati berbagai pulau, dan mendaki puncak, sungguh suatu pengalaman yang sangat bernilai, bisa sampai ke ujung Timur Indonesia, jauh dari medan, rindu dengan medan dan orang-orang di medan, rindu dengan kampusku, hal yang kurasakan saat berada disana, memupuk rindu hingga pada akhirnya di tuai saat kembali, perjalanan satu semesterku, penuh pengalaman sekaligus pelajaran, yang membuatku sabar tanpa tapi dan ikhlas tanpa tepi, walau harus pergi meninggalkan kota medan dengan membawa luka pada saat itu, tapi aku bahagia bisa mengarungi tanah Papua dengan Ilmu.

πŸ’—

Usai melewati satu semester di tanah Papua, dan banyak cerita yang menghiasi perjalanan satu semesterku, aku kembali ke kota medan tempat ku pertama kali mengukir cerita rantauku, di semester 8, aku sibuk dengan segala penyelesaian untuk menyelesaikan study, mulai dari mengurus berkas SK, menyelesaikan proposal skripsi, mengurus berkas sidang dan menyelesaikan skripsi sebelum sidang, serta banyak-banyak mencari referensi untuk skripsi, dan menambah ilmu dengan menjadi manusia aktif, produktif dan sibuk yang bermanfaat dan berpahala, dan di kampus aku banyak menghabiskan waktu untuk lebih produktif, mencari hal baru, searching, meningkatkan skill, dan menambah skill, karena aku yakin aku pasti akan menemukan jalan menuju masa depan ku selanjutnya setelah studyku selesai, lewat berbagai informasi dan hal baru yang ku temui, berusaha mencari, dan menggali pengetahuan sendiri, lewat berbagai sosial media, serta kreatif dalam menciptakan hal baru. 

πŸ‘½

Tentunya dikampus 1000 mimpi ini ku ukir mimpi itu, dari kecil secara perlahan, serta penuh proses, walau prosesku dipenuhi luka dan air mata untuk meraihnya, walau semua prosesnya tidak mudah tapi aku yakin hasilnya akan indah, sekali lagi dengan ridho orang tua dan Allah, aku menelusuri ranah impianku, dan terimakasih untuk orang-orang yang datang dan pergi dalam hidupku, serta banyaknya pelajaran hidup yang membuatku tegar menghadapi ujian dan tantangan, 

😁

AKU DAN 1000 MIMPIKU DI KAMPUS INI SEBAGIAN TELAH TERWUJUD, dan masih banyak lagi yang harus ku wujudkan, semuanya memang mimpi, tapi mimpi yang akan menjadi nyata, orang yang sedikit tidur namun punya banyak mimpi, banyaklah bermimpi, tapi setelah itu bangun dan wujudkan mimpi ituπŸ’ž


Suli Siahaan_...............



 Assalamu'alaikum Wr.Wb. Alhamdulillahhi bini'mati tatimusshalihat, wa alhamdulillahi a'la kulli hallin. shalawat dan salam terc...