Langkah Kecil Menuju Cita-Cita Besar
Oleh : Suli Siahaan
Email : suli.siahaan1012@gmail.com
Instagram : suli.siahaan_1001
Assalamu’alaikum
Wr.Wb
Hayy….perkenalkan aku Suli Anggriani Siahaan, aku terlahir dari
keluarga sederhana, memiliki banyak kekurangan, dan keterbatasan, dari seorang
ibu pedagang dan ayah tukang tambal ban dan aku tidak pernah, bahkan sering mengeluh
dengan status sosialku, namun dengan aku mengeluh tidak akan merubah
status sosialku, dengan kuat hati aku harus sabar dan ikhlas menerima, karena
aku dididik untuk menjadi perempuan yang kuat dalam menghadapi hidup yang
seperti roda berputar.
Aku lahir di 10 Desember 2001, di Provinsi Sumatera Utara,
Kabupaten Batu Bara, di Kelurahan Pangkalan Dodek, disebuah perkampungan, di
gang kecil dan sempit juga kumuh, hidup berdampingan dengan tumpukan sampah dan
rumahku yang dekat dengan got saluran pembuangan, iya itu tempat tinggalku, itu
tanah kelahiranku, di tempat itu aku lahir, aku hidup, aku tumbuh, aku bermain
bersama teman-teman , aku bahagia, aku menangis, aku terjatuh dan aku bangkit,
aku mengenyam pendidikan, tempatku belajar, mencari sesuap nasi, tempatku
berbagi ilmu, dan kalian tau tanah kelahiranku adalah tempat aku melewati berbagai
tamparan hidup yang membuat pipiku merah, biru lebam untuk kuat menghadapi
kenyatan hidup yang begitu keras, hingga aku kebal dan terbiasa menerimanya,
agar tidak menjadi perempuan yang cengeng dan mudah berputus asa lalu dengan
mudah mengakhiri hidup karena tidak mampu menghadapi kenyataan hidup.
Seiring berjalannya waktu aku menginjak usia remaja dan
mulai dewasa serta bertambah mengerti tentang banyak hal yang tejadi dalam
hidupku, ketika usia ku beranjak 17 tahun ayahku meninggal dunia, hal yang
sangat pilu dan menyedihkan kehilangan ayah yang telah pergi untuk selamanya,
kembali kepada Allah dan apapun kenangan yang sudah dilalui bersama ayah hanya
menjadi kenangan dan akan selalu abadi dalam ingatan, aku, ibuku, kedua kakak
ku, dan adikku akan terus melanjutkan hidup tanpa ayah lagi.
Namun Allah berkehendak lain, ternyata benar Allah lebih
tahu apa yang terbaik untuk hambanya, yang dahulunya setelah lulus dari sekolah
SLTP aku ingin masuk SMK di luar kota, dan MAN di Kota Medan, namun Allah
berkehendak lain aku masuk di sekolah Madrasah di daerah tempat tinggalku juga,
dan aku tidak menyangka setelah lulus dari Madrasah Aliyah itu, aku bisa kuliah
di kampus Unggul, terbaik di Pulau Sumatera yang dengan izin Allah akan
menjembataniku menuju mimpi-mipi besar ku.
Bismillahirrahmanirrahim disinilah perjalanan Impian itu di
mulai, di bulan Oktober di tahun 2020 aku resmi berstatus sebagai mahasiswa di UMSU,
dan akan menjalani perkuliahan selama kurang lebih 8 semester, ya aku tidak tau
apakah aku akan kuat dan istiqamah menjalani perkuliahan 4 tahun kurang lebih,
khawatir dan rasa takut akan ketidak pastian diri, membayangkan sesuatu yang
belum tentu terjadi.
Walau pada saat itu adalah masa-masa covid-19, yang
Alhamdulillah selama 4 semester kurang lebih perkuliahan daring, namun segala
kegiatan organisasi tetap berjalan luring, yang mengharuskanku ke kota Medan,
awal perkuliahan begitu campur aduk, rasa takut akan ketidaktahuan, tidak mampu
beradaptasi dengan mereka yang berbeda denganku, merasa diri belum cukup ilmu
untuk menduduki bangku perkuliahan,.
Dimulai 2020 hingga 2024 memulai perjalanan diperantauan,
dimulai dari langkah kecil, menapaki kaki di kota metropolitan, rasa takut akan
kasus-kasus criminal yang terjadi, merasakan hidup di kota besar dengan
berbagai kriteria dan karakter manusia yang baik maupun tidak baik, mencoba
memberanikan diri, meredam rasa takut, walau sebenarnya ingin kembali saja ke
kampung halaman.
Hingga pada akhirnya, rasa takut itu sirna, perlahan sudah
mulai berani hidup asing di kota besar, menjelajahi berbagai tempat di kota
Medan, bahkan tempat yang pernah terjadi kasus criminal, ya, tentu saja bahwa
tidak akan ada cerita jika tidak berani memulai, bagaimana untuk menuju jalan
sukses itu jika tidak berani untuk melangkah kan kaki dari langkah kecil.
Selesai, sudah 4 tahun kurang lebih aku berkuliah di kampus
unggul dan terbaik itu, status mahasiswa sudah tidak lagi kusandang, dan aku
resmi menjadi alumni di kampus itu, perjalanan lika-liku selama 4 tahun kurang
lebih, membuat tangis ku tiada henti saat kata alumni ku sandang.


.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)
