Sabtu, 23 September 2023

MENAPAKI WILAYAH TIMUR

 


Aku Pergi Meraih Mimpiku, Memulai Petualanganku Mengarungi Nusantara.


 Aku pernah gagal meraih mimpiku, mimpiku pernah tertunda karena mungkin waktunya belum tepat, dan Alhamdulillah, aku telah sampai, sampai di ranah impianku tempat yang dahulunya ingin sekali kukunjungi, tiba saatnya dimana ketika aku membuka mata, aku sudah tidak lagi di kampung halaman, aku telah sampai di tempat jauh, yang tidak ada satu orangpun yang kukenal, dan aku mencoba berinteraksi dengan lingkungan baru, orang-orang baru, dan segala hal yang tak pernah ku alami sebelumnya,  datang dan asing kemudian memulai hal baru dan menanamkan benih kasih sayang pada insan yang beragam, mulai dari bahasa, suku, etnis, dan budaya.

Aku telah sampai di tanah papua, aku berada di bagian waktu Indonesia timur yang berbeda 2 jam dengan sumatera segudang cerita akan ku tuliskan saat berada di sini, jauh di ujung timur Indonesia, semuanya berasa seperti mimpi, tetapi ini bukan lagi mimpi melainkan mimpi yang telah terwujud,

Apa yang ku tinggalkan di kampung halaman, banyaknya kenangan, bekal ilmu yang ku bawa untuk hidup di ujung timur Indonesia,

Siapa yang kurindukan, Ibuku, surgaku yang berjuang sekuat tenaga menjagaku agar aku lahir ke dunia dengan utuh dan memberiku kasih sayang tak kurang satu pun, doa yang selalu ia panjatkan untukku berhasil meraih mimpi dan cita-cita serta mampu berlabuh sampai ke ujung timur Indonesia,

Yaa, Allah terimakasih telah memberikanku ibu sehebat ibuku, dengan penuh kasih sayang menjagaku saat masih dalam kandungan, menyusuiku, dan merawatku sampai aku mampu berada di tanah papua saat ini.

Ibu, terimakasih atas setiap do’a-do’a yang tiada henti kau langitkan di sepertiga malam, untukku, ibu lihatlah aku yang dulunya seorang anak yang cengeng tidak tahu apa-apa, takut dengan lingkunganku, sekarang aku tumbuh menjadi perempuan yang kuat, mampu berdiri diatas kaki ku sendiri, kuat tanpa adanya bahu seorang ayah tuk bersandar hanya kepada Allah aku bersandar, berharap, dan bergantung, menjadi perempuan yang mencoba bertahan dan kuat menhadapi buasnya dunia luar, sakitnya di perantauan, tanpa dekapan ibu saat aku menangis tanpa sentuhan tangan ibu yang mengusap lembut keplaku saat aku sakit, tanpa tarikan tangan ayah saat aku terjatuh, aku masih butuh semua itu walau aku sudah dewasa, terkadang hatiku melemah, otakku sakit seharian berfikir fisikku remuk seharian dihadapkan dengan kenyataan yang membuatku kaget.

Cerita 2 di tanah Papua,

Sebelum melangkah ke ranah impianku, di ujung timur Indonesia aku sudah berdo’a kepada Allah, semoga Allah kuatkan aku dalam melewati dan menjalani, apapun yang akan terjadi ketika aku menghadapi fase-fase pahit saat berjuang, huru hara yang terjadi, hiruk pikuk yang hadir , semoga aku senantiasa menerima semuanya dengan ikhlas dan sabar, serta kuat sampai selesai, dan pulang membawa kemenangan.

~Bersambung.......

 Assalamu'alaikum Wr.Wb. Alhamdulillahhi bini'mati tatimusshalihat, wa alhamdulillahi a'la kulli hallin. shalawat dan salam terc...