Senin, 04 Maret 2024

DI KAMPUS 1000 MIMPI

DI KAMPUS 1000 MIMPIπŸ’š

Kampusku saat ini Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara, menjadi kampus yang kutaruh banyaknya mimpi didalamnya, penuh harap untuk bisa sampai di tujuan yaitu menyelesaikan studi tepat waktu, awal memulai cerita di kampus ini, mulai dari mendaftar, menginjakkan kaki untuk pertama kalinya, rasa takut, deg-degan dan tidak percaya diri serta ragu untuk bisa sampai pada penyelesaian study, dan menyandang serta membawa pulang gelar sarjana.

πŸ’™

Awal mulai kuliah dari berbasis online hingga kuliah offline (tatap muka) langsung ke kampus, mengikuti kegiatan dan organisasi, menemukan hal baru yang tidak pernah kutemui sejak di bangku sekolah dan dikampung halaman, bertemu dengan orang-orang baru, yang membuatku sulit untuk berinteraksi dan berkomunikasi dengan mereka saat itu, 

πŸ’›

semester 1 sampai semester 3, aku menjalani kuliah online, dengan berbagai tugas yang diberikan dosen, menjalani UTS dan UAS secara online, hingga aku  bisa menabung dari uang BEASISWA KIP ku, karena kuliah masih berbasis online kala itu, dan bisa membeli laptop dari hasil tabungan ku sendiri, tanpa meminta sepeserpun dari orang tua, puji syukur ku pada Allah yang telah merancang indah skenario pendidikan ku, dan aku juga bisa membantu ibuku berjualan sekaligus kuliah online, , pintaku sebelum pada Allah untuk bisa melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, namun tetap masih bisa bersama ibu. 

πŸ’œ

seiring berjalannnya waktu, keadaan dunia sudah mulai memulih bencana krisis kemanusiaan, yaitu covid -19, maka kuliah tatap mukapun diberlakukan kembali setelah menjalani 3 semester kuliah online, tibalah saatnya benar-benar merasakan dunia perkuliahan yang sesungguhnya, dan berangkat dari kampung halaman menuju kota rantau, jauh dari ibu, jauh dari keluarga, jauh dari sanak saudara, jauh dari teman- teman, hidup asing di ibu kota, merasakan sedih dalam kesepian, hingga sampai akhirnya bertemu dengan orang-orang baru yang menginspirasi dan menggoreskan luka.

πŸ’ͺ

Mulai dari semester 4, 5, dan 6 kuliah tatap muka, setiap hari bertemu dengan dosen-dosen yang mengajar di kelas, teman-teman yang berbeda domisili, ada yang juga anak rantau sepertiku, dan ada yang asli orang medan, pertemanan yang kurasakan dan yang kujalani di perantauan ini sangat berbeda dengan pertemanan yang kurasakan di kampung halaman ku, dan ini yang membuatku sulit untuk berinteraksi dan sulit untuk menyesuaikan diri pada lingkunganku, namun dibalik semua itu aku tetap bertahan, mengingat aku punya banyak mimpi dan harapan dikampus ini untuk kubawa pulang ke kampung halaman. 

πŸ‘

Alhamdulillah, satu semester di semester 7, aku menjalani perkuliahan di wilayah Timur Indonesia, yaitu provinsi Papua Barat Daya, kota Sorong, satu semester lamanya aku berkuliah disana, dalam rangka mengikuti program pertukaran mahasiswa merdeka batch 3, yang membuatku bertemu dengan orang-orang baru dari seluruh Nusantara, memupuk banyak pengalaman menelusuri tanah Papua, melewati berbagai pulau, dan mendaki puncak, sungguh suatu pengalaman yang sangat bernilai, bisa sampai ke ujung Timur Indonesia, jauh dari medan, rindu dengan medan dan orang-orang di medan, rindu dengan kampusku, hal yang kurasakan saat berada disana, memupuk rindu hingga pada akhirnya di tuai saat kembali, perjalanan satu semesterku, penuh pengalaman sekaligus pelajaran, yang membuatku sabar tanpa tapi dan ikhlas tanpa tepi, walau harus pergi meninggalkan kota medan dengan membawa luka pada saat itu, tapi aku bahagia bisa mengarungi tanah Papua dengan Ilmu.

πŸ’—

Usai melewati satu semester di tanah Papua, dan banyak cerita yang menghiasi perjalanan satu semesterku, aku kembali ke kota medan tempat ku pertama kali mengukir cerita rantauku, di semester 8, aku sibuk dengan segala penyelesaian untuk menyelesaikan study, mulai dari mengurus berkas SK, menyelesaikan proposal skripsi, mengurus berkas sidang dan menyelesaikan skripsi sebelum sidang, serta banyak-banyak mencari referensi untuk skripsi, dan menambah ilmu dengan menjadi manusia aktif, produktif dan sibuk yang bermanfaat dan berpahala, dan di kampus aku banyak menghabiskan waktu untuk lebih produktif, mencari hal baru, searching, meningkatkan skill, dan menambah skill, karena aku yakin aku pasti akan menemukan jalan menuju masa depan ku selanjutnya setelah studyku selesai, lewat berbagai informasi dan hal baru yang ku temui, berusaha mencari, dan menggali pengetahuan sendiri, lewat berbagai sosial media, serta kreatif dalam menciptakan hal baru. 

πŸ‘½

Tentunya dikampus 1000 mimpi ini ku ukir mimpi itu, dari kecil secara perlahan, serta penuh proses, walau prosesku dipenuhi luka dan air mata untuk meraihnya, walau semua prosesnya tidak mudah tapi aku yakin hasilnya akan indah, sekali lagi dengan ridho orang tua dan Allah, aku menelusuri ranah impianku, dan terimakasih untuk orang-orang yang datang dan pergi dalam hidupku, serta banyaknya pelajaran hidup yang membuatku tegar menghadapi ujian dan tantangan, 

😁

AKU DAN 1000 MIMPIKU DI KAMPUS INI SEBAGIAN TELAH TERWUJUD, dan masih banyak lagi yang harus ku wujudkan, semuanya memang mimpi, tapi mimpi yang akan menjadi nyata, orang yang sedikit tidur namun punya banyak mimpi, banyaklah bermimpi, tapi setelah itu bangun dan wujudkan mimpi ituπŸ’ž


Suli Siahaan_...............



 Assalamu'alaikum Wr.Wb. Alhamdulillahhi bini'mati tatimusshalihat, wa alhamdulillahi a'la kulli hallin. shalawat dan salam terc...